Kamis, 11 Februari 2016

WHIZ Hotel (jalan Dagen 8, Malioboro-Yogyakarta)

Ulasan kamar Whiz Single nomor 215 (tgl.1 Januari 2016 sd. 3 Januari 2016)
Letak hotel ini dekat sekali sama mulut gang kawasan wisata Dagen. Gang-nya sih, bisa dilalui mobil, tapi kalo 2 mobil berpapasan ya, kudu pelan-pelan, yaaa ... supaya gak keserempet. Begitu juga kalo papasan sama andong, motor dan becak. Hadeeehhh ...
Hotel ini memang paling pas buat yang gak bawa kendaraan sendiri. Iyaaa ... supaya bisa nyelip-nyelip di antaranya. Lebih praktis dan lebih cepat nyampe-nya dibanding pake kendaraan, loohh. 

Di sekeliling hotel ini banyak sekali tempat makan, tempat oleh-oleh, tukang becak yang berjajar parkir di seberang hotel. Mau keluar dari jalan Dagen ke jalan Malioboro tinggal jalan kaki aja, gak pake cape.
Karena memang keunggulan hotel ini pada letak-nya yang begitu dekat dengan jalan Malioboro. Jarak-nya dengan stasiun kereta api Tugu juga sekitar 800 meter lewat jalan Malioboro (menurut mbah Google, loohh ...). Atau bisa naek becak yang begitu banyak berjajar di sekitar stasiun. Kudu ditawar, yaa ... Menurutku Rp.15.000,- adalah harga tertinggi ongkos antar-nya dengan tujuan ke hotel Whiz ini.
Ini penampakan hotel bagian depan di malam hari. Keren, yaaa .... eksterior-nya.


Ruangan lobi hotel gak cukup luas. Jadi kalo mau nerima tamu rombongan, mendingan cari tempat di luar hotel saja, yaaa ... 

Waktu check in jam 2 siang. Pas aku dateng jam setengah 2 siang, kamar-nya belum siap. Mungkin karena musim liburan dan banyak tamu, yaaa ... jadi bagian kebersihan-nya kelimpungan juga mempersiapkan kamar-nya.
Sekitar jam setengah 3, baru kamar-ku siap. Oke laahh ... gak telat-telat amat, kaleee .... latihan kesabaran, neehh ...
Sekarang kita lihat kamar-nya, yaaa ...
Sehari sebelum keberangkatan-ku, aku sudah memastikan lagi sama pihak hotel kalo permintaan kamar-ku di lantai 2 dan ada view-nya dan gak pake deket fasilitas umum. 

Pihak hotel juga sebelumnya sudah meng-informasikan kalo letak kamar-ku dekat sama lift, tapi gak bakalan mengganggu ketenangan istirahat-ku.

Tapi permintaanku soal kamar yang ada view-nya ternyata gak bisa dipenuhi dengan alasan ada tamu hotel yang sudah jadi langganan memutuskan untuk melanjutkan waktu bermalamnya di kamar yang ada view-nya ... Jadilah aku mendapatkan kamar tanpa view.

Begitu aku buka pintu kamarku, sori ... kalo aku jadi sedikit kecewa sama penampilan kamar-nya. Ternyata eksterior hotel yang begitu keren, tapi interior kamar-nya begitu polos tampil seadanya. Jadi seperti masuk ke dalam sebuah kotak besar berwarna putih yang tertutup rapat. Pengap, uuiiyy ....

Dari pintu masuk, langsung disuguhi penampilan 2 ruangan kecil di kiri kanan-nya. Itu adalah ruang mandi yang dipisahkan dari ruang wastafel dan kloset. Tempat menggantung baju ada di gantungan terbuka antara ruang wastafel dan kepala tempat tidur.

Perlengkapan mandi sudah disiapkan di ruang wastafel dan kloset.
Kloset ada di pojok, dekat wastafel. Tisue gulungnya tinggal sedikit, tuuh ... bisa jadi bekas tamu menginap yang dipake  lagi buat tamu berikutnya.

Hadeehh ... mau ngirit tapi kesannya jadi gak profesional bingit, daahh ...
Sandal kamar juga sudah disiapkan di pojok ruang tidur. Jadi gak pake minta lebih dulu sama resepsionis, yaaa ....

Ini baru aseeekk ....
Luas ruangan kamar-nya sekitar 3 x 4 meter dengan luas dipan sekitar 90 x 200 cm. Jadi betul-betul pas buat ditempati sendirian saja, yaaa ...
Di seberang dipan, ada televisi datar yang dipasang di tembok.
Meja kecil dipasang di sudut kamar dan rak kecil di bawah televisi buat tambahan meletakkan barang-barang ukuran mini.
Kita dapet gratis sebotol air mineral ukuran 600 ml dan beberapa butir kelengkeng dan voucher sarapan pagi.

Kalo mau nambah botol air mineral lagi bisa seharga Rp.5.000,-
Oke ... sekarang kita naek ke lantai 5 hotel ini, yaaa ... Di sini ada sebuah ruangan terbuka yang namanya Teras Malioboro.

Dari sini kita bisa melihat pemandangan langit dan lampu-lampu dari rumah penduduk di malam hari. Indah ...

Yuukk ... sekarang kita lihat ruangan makannya.
Ada 2 ruangan makannya, di luar dan dalam ruangan. Ini foto diambil dari ruang makan luarnya. Tetep keren abis, uuiiyy ...
Ada pilihan sarapan pagi yang tersedia, tapi cukup 1 porsi saja, loohh ... kalo mau nambah, bayar lagi.
Contoh pilihan menu-nya diletakkan di meja tersendiri di atas piring saji yang ditutup rapat plastik. Nasi gudeg-nya katanya sih, diorder dari warung Yu Djum yang ada beberapa blok di sebelah hotel. Cuma lauknya pake telor, bukan ayam.

Ini penampilan nasi gudegnya. Nyam ... nyam ...









Ruangan di sudut buat meracik menu sarapan pagi yang diminta tamu.

Ada pilihan roti juga yang bisa dipanggang sendiri dengan pilihan isian mentega atau selai blueberry yang disimpan dalam pot-pot mini.

Untuk minumannya, ada pilihan kopi (dengan krimer) dan teh (menurutku rasanya lezat).

Pilihan juice-nya ada juice mangga dan juice jambu biji.
Ada pilihan 3 macam jajanan pasar, snack dan 2 macam buah potong pepaya dan semangka.

Sebaiknya sarapan sepagi mungkin, yaaa ... mulai jam 6 pagi supaya bisa kebagian semua pilihan menu yang ditawarkan, walau cuma icip-icip sedikit. Itu kalo mau ngrasain aneka pilihan makanan dan minuman yang disediakan pihak hotel, loohh ...

Soalnya pas aku sarapan pagi, ada juga, tuuhh .... tamu yang lupa diri kalo dia gak nginep sendirian di hotel. Jadi menu jajanan yang disiapkan buat tamu hotel disikat habis buat bekal makan siangnya, hehehe .... Tinggal kita jadi melongo sendiri, daahh ... alamaaakkk ....

Senin, 01 Februari 2016

TIPS MERENCANAKAN PERJALANAN (BAGI SOLO BACKPACKING WANITA)

PENDAHULUAN

Kalo kita sudah mutusin buat melakukan perjalanan seorang diri, yang selalu harus kita ingat adalah tujuan wisata kita dan cara kita buat mencapainya pasti tidak sebebas seperti mereka yang pergi berdua apalagi pergi berombongan, yaaa ...

Perlu bagi kita buat membatasi tujuan wisata kita dengan tidak bepergian ke tempat-tempat terpencil yang jarang dikunjungi wisatawan, termasuk ke pantai-pantai atau gunung-gunung yang masih sulit perjalanan ke sana-nya. Lebih baik mencari tujuan wisata yang jelas-jelas aman dan berada di pusat-pusat keramaian.

Jangan lupa beritau jadwal perjalanan kita kepada keluarga atau teman-teman dekat. Kalo mau sedikit ribet, beritahu mereka saat keberangkatan kita, saat kita sudah sampai di tempat tujuan, jadwal acara setiap hari-nya dan juga saat kepulangan kita kembali ke tempat asal kita.

Pokoknya jangan sampai putus kontak dengan mereka, supaya ngelacaknya gampang kalau sampai terjadi hal-hal di luar dugaan kita. Amit-amit, dah ... yang beginian, tapi emang kita harus mengantisipasi segala kemungkinan, bahkan yang terburuk sekalipun, toh ... hehehe ...

PERSIAPAN AWAL (TUJUAN WISATA, AKOMODASI DAN TRANSPORTASI)

Sekarang kita mulai menetapkan tujuan wisata kita dan berapa hari kita mau menjalaninya.
Kita bisa mencari info sebanyak-banyaknya tentang tempat-tempat pariwisata terkenal dan wajib hukumnya buat dikunjungi dari tujuan wisata kita. Kita juga bisa mencari info tentang kuliner khas dari tujuan wisata kita atau tetapkan saja hal-hal menarik minat kita yang ada di tempat tujuan wisata kita. 

Jangan lupa sesuaikan dengan waktu yang kita miliki. Jadi gak berarti semua hal-hal yang menarik dari tujuan wisata kita harus kita datangi atau dapatkan semuanya, loohh ... apalagi kalo waktu kita terbatas.

Gak perlulah muluk-muluk dengan target tujuan wisata kita. Yang penting bukan banyaknya tujuan wisata yang bisa kita dapatkan, toh .... tapi terlebih lagi kita bisa menikmati semaksimal mungkin setiap tujuan wisata kita. Silakan juga kalo mau mempersiapkan beberapa tujuan wisata kita sebagai cadangan (siapa tau kita masih punya waktu lebih buat menikmatinya, yaaa ...).

Sesudah kita mendapatkan info tentang tujuan wisata yang mau kita tempuh, barulah kita mulai mencari info sebanyak mungkin tentang akomodasi dan transportasi yang tepat  untuk menjangkaunya. Dengan pilihan tujuan wisata yang sudah kita tetapkan, berarti kita juga bisa menetapkan akomodasi yang tepat yang ada di antara tempat-tempat tujuan wisata kita. Dengan demikian kita bisa mengirit tenaga, waktu dan juga dana karena letak satu sama lainnya tidak terlalu berjauhan dengan akomodasi kita.

Barulah kita mulai berburu akomodasi dan transportasi yang tepat.

PERSIAPAN AWAL (BARANG-BARANG BAWAAN)

Ingatlah karena kita wanita yang bepergian sendirian, jadi semua barang bawaan harus sanggup kita bawa sendirian juga.
Sebaiknya bawalah pakaian yang bisa dipadu padan, gak gampang kusut dan berbahan tipis (aku masih bicara soal bepergian di dalam negeri kita saja dulu yang beriklim tropis, yaaa ...). Rompi ato cardigan tipis bisa juga dibawa kalo pas hawanya lagi dingin. Di samping itu juga supaya bisa tetap tampil modis. Gitu kalee, yaaa ...

Handuk tipis dan perlengkapan mandi seperti sabun mandi, shampoo, sikat gigi dan odol (dalam ukuran mini) sebaiknya tetap dibawa juga. Iyalaah ... berjaga-jaga kalo sampai di hotel tempat tujuan wisata kita gak disediakan. Ataupun kalo disediakan, kita gak yakin dengan kebersihannya ato petunjuk pemakaiannya.

Aku pernah loh, menginap di salah satu hotel di mana tempat sabun mandi cair dan shampoonya gak ada tulisan atau tandanya sama sekali. Lah ... daripada salah pemakaian, mending pake milik pribadi, tooh ... apalagi untuk shampoo seringkali gak semua merek shampoo cocok sama jenis rambut kita.

O'ya ... menurutku sebaiknya shower cap (itu, loh ... penutup rambut berbahan plastik) dibawa juga. Sekali lagi berjaga-jaga kalo shower di kamar mandi hotelnya termasuk shower yang dipasang mati di tembok. Jadi gak bisa kita arahkan sesuka hati kita. Lah ... kalo dapetnya shower yang model begini, siap-siap aja selalu keramas kalo gak pake penutup rambut.

Aku juga selalu membawa sendiri sandal kamar hotel yang tipis itu, loohh ... karena gak suka aja, jalan-jalan di lantai kamar hotel tanpa alas kaki. Lebih ke arah paranoid kesehatan sebetulnya, neehh ... hehehe ...

Sebaiknya juga lebih praktis membawa ransel dengan banyak kantung tempat menyimpan barang-barang kecil dan penting, seperti dompet, handphone, kacamata hitam penahan terik matahari, syal tipis, kipas lipat, botol kecil berisi cairan pembersih tangan ato tisue basah, tisue, kantong plastik berjaga-jaga kalo sampe mual maupun buat keperluan mendadak lainnya, termasuk kantung belanja yang bisa mengembang diisi barang belanjaan. Dengan begitu, kita gak sampe membongkar isi ransel kita buat mengambilnya.

Karena itu juga yang namanya payung, botol air minum dan segala pernak-pernik obat-obatan kudu disisipkan di kantung-kantung ransel kita, yaaa .... Obat diare dan obat keracunan makanan kudu dibawa, loohh ... berjaga-jaga kalo sampe perut kita berontak sama yang namanya kuliner di tempat tujuan wisata kita. 'Kan gak asik banget, ya ... wisata dari satu toilet ke toilet lainnya. Hadeeeuhh ....

PEMILIHAN HOTEL

Kita bisa memilih booking hotel, pesawat, kereta api maupun alat transportasi lainnya dari aplikasi pariwisata yang sudah punya nama dan dikenal keamanan serta kenyamanannya dari ulasan para penggunanya. Selain itu keuntungannya aplikasi kalo sudah punya nama, mereka jadi lebih berhati-hati lagi menjaga nama baik mereka.

Biasanya promo besar-besaran dilakukan menjelang tutup tahun. Ada aplikasi perjalanan yang mencantumkan harga pemesanan sudah include, tapi ada juga yang harga pemesanan-nya masih ada plus-plusnya .Jadi kudu pintar-pintarnya kita saja membanding-bandingkan harganya, yaaa ....

Bagi kita solo backpacking wanita, aku cenderung tetap memilih melakukan perjalanan di dalam waktu liburan dengan pertimbangan jauh lebih aman. Karena di saat-saat liburan seperti itu, justru banyak keluarga dengan anak-anak yang memilih menginap di hotel. Kamar-kamar hotel juga seringkali penuh terisi. Lebih sedikit sekali kemungkinannya ada tamu yang berani iseng waktu menginap di hotel pada masa-masa liburan begini.

O' ya ... sebaiknya pesan kamar di lantai bawah, ada view dan jauh dari fasilitas umum lainnya (termasuk lift, dapur resto, resto, taman), yaaa ...

Pertimbangannya, sih ... dengan memilih kamar di lantai bawah, kalo sampai lift macet, kita gak terlalu teler naik turun anak tangga, apalagi kalo sambil bawa-bawa barang bawaan. Di samping itu, biasanya kamar di lantai bawah lebih sering diisi tamu dibanding kamar di lantai atas, apalagi kamar di lantai paling atas. Auranya beda aja, kalee ... antara kamar yang sering ditempati dan yang jarang ditempati. Gitu, loohh ... hehehe ....

Kalo pemilihan view supaya lebih nyaman aja masih bisa melihat pemandangan di luar sana. Apalagi kalo jendelanya bisa dibuka, kita masih bisa menghirup udara segar di pagi hari, asal jangan sekali-kali terjangkit penyakit lupa dengan kemudian tidak menutup ato menguncinya lagi, yaaa ... Ingat, loohh ... kita cuma nginap sendirian saja di dalamnya. Lebih baik tidak pernah membukanya sama sekali, deehh .... kalo kita seringkali terjangkit virus lupa.

Pemilihan view juga lebih memudahkan kita mendapatkan pertolongan darurat terlebih dahulu kalo sampe terjadi kebakaran, apalagi kalo kamar kita di lantai bawah ... bisa jadi kita mampu menolong diri kita sendiri ... dengan jalan merangkak turun, gitu looh ... hehehe ....

Ingat, karena kita wanita yang bepergian sendirian, jadi sedapat mungkin tidak boleh ada yang tau kalo kita menginap sendirian juga. Dengan pemilihan kamar yang jauh dari fasilitas umum, meminimalkan pengunjung lainnya tau kalo kita hanya menginap sendirian saja. Di samping itu juga meminimalkan suara-suara bising yang berasal dari berbagai fasilitas umum tersebut yang dapat mengganggu tidur kita yang berkualitas, toh .... hehehe ...

Jangan lupa, pintu kamar  diselot juga dari dalam, yaaa .... karena biarpun sudah terkunci dari dalam lewat kartu otomatis, bisa jadi ada tamu hotel yang keliru melihat nomor kamar dan mencoba membuka pintunya dari luar. Dicuekin aja, yaaa ....

Begitu juga kalo ada orang yang mengetuk pintu kamar kita dan kita merasa gak pernah janjian ketemuan sama siapapun juga. Soalnya kalo petugas hotel yang hendak mengantarkan sesuatu misalnya handuk atau perlengkapan mandi lainnya, dia pasti memberitahukan maksud-nya sambil mengetuk pintu kamar kita. Tapi itupun kudu segera sesudah kita check in, yaa ... dan bukannya tengah malam buta mengetuk pinntu kamar sambil mengaku-ngaku petugas hotel ... hehehe ... gaswat itu namanya ....

Kalo sudah begini, silakan hubungi operator hotel untuk mengeceknya dan ... sekali lagi, gak perlu disahutin dari dalam, yaa ...

Lubang pengintip yang biasanya ada di pintu, sebaiknya ditutup juga dengan kertas. Berjaga-jaga saja kalo ternyata kualitasnya gak bagus, bukannya kita yang ngintip keluar, tapi bisa-bisa kita yang diintip orang dari luar. Ah .... tidaaakkk ....

Bagi kita solo backpacking wanita, dilarang hukum-nya sama sekali buat duduk-duduk santai sendirian di lobi hotel maupun tempat fasilitas umum lain-nya, yaaa ... (apalagi menjelang malam hari). Gak mau ditawar uum-uum iseng'kan ... ???

Dilarang juga ngasih tau nomer kamar hotel kita sama siapapun yang kita temuin selama perjalanan wisata kita, loohh ...
Kalopun kita terpaksa satu lift sama orang lain, biarkan orang tersebut keluar dulu menuju lantai kamar-nya. Sesudah dia keluar, baru kita tekan tombol lobi terlebih dulu dan selanjut-nya, baru daahh, kita tekan tombol lantai kamar kita.
Moga-moga aja, gak ada lagi yang masuk barengan kita dari lobi, yaaa ... hehehe ... alamat bisa naek turun lift, tuuh ...

Usahakan kita datang ke hotel tempat menginap kita saat hari masih terang, yaaa ... supaya kita masih bisa memeriksa keadaan sekeliling hotel juga dan masih bisa cari hotel lain-nya kalo ternyata sikon-nya gak nyaman dan aman bagi diri kita.
Hehehe ... gak mau juga' kan pas kita bangun pagi hari-nya, eh ... tau-tau ada di tempat antah berantah ... piizzzz ..... (lagi nakut-nakutin, ni yeee ... hehehe ...).

Ternyata ribet juga ya, bagi kita para wanita buat merencanakan sekaligus melakukan perjalanan sendirian. Bukankah itu berarti kita para wanita ini amat sangat berharga ... ???

Dan jangan lupa juga, saranku yang teramat penting adalah selalu membawa segala sesuatunya di dalam doa, yaaa ... Percayalah .... melakukan perjalanan sendirian adalah juga merupakan proses pembelajaran bagi kita untuk bergantung total denganNya. Ok .... met jalan-jalan, yaaa ....
















YOGYAKARTA 2 (1-3 Januari 2016)

HARI KEDUA (tgl. 2 Januari 2016)

Habis sarapan nasi gudeg di hotel, aku memulai perjalananku ke keraton Yogyakarta.
Naek becak di seberang-nya hotel. Lagi-lagi nawar dulu. Kali ini minta-nya Rp.20 ribu, aku tawar Rp.15 ribu ... Hehehe ... cucok, neehh ... sama jauh dekat jarak-nya.

O' ya ... kalo ngerti bahasa Jawa, biarpun cuma bisa-nya ngoko, dimanfaatin aja, yaaa ... selama ada di Yogyakarta ... Gak ada rugi-nya, kok ... malah kadang bisa dapetin harga yang gak mahal. Siip, neeh ... 
Jalan Malioboro di pagi hari ... sepi, uuiiyy ...

KRATON YOGYAKARTA

Aku memilih didampingi pemandu wisata selama di sana. Hampir saja gak kebagian berhubung jumlah pemandu-nya lebih sedikit dari jumlah pengunjung yang membludak hari itu.

Bersyukur ada satu rombongan 4 anak muda dari kepulauan Riau yang baru mau masuk kraton didampingi pemandu-nya. Akhirnya bisa nggabung barengan mereka, dah ... Nyelip, nih, yeee ...
Pemandu kami, pak Sugiman nama-nya. Suka bergurau dan lumayan pelayanan-nya, soal-nya dia bisa menjelaskan yang unik-unik yang ada di dalam keraton.

Ini loh, salah satu contoh-nya yang unik itu, yaitu lukisan 3 dimensi.
Kalo kita lihat mata di dalam obyek lukisan ini dari sudut manapun juga, seolah-olah mata itu juga selalu menatap kita.
Bukan sulap bukan sihir ... laah, tapi karena kepandaian melukis-nya saja.

Raden Saleh ini pelukis-nya.
Wow ... keren, yaaa ... di jaman itu sudah bisa melukis pake tehnik 3 dimensi.
Pas aku dateng ke sana, juga ada pagelaran wayang kulit. Waktu pagelaran-nya sih cuma 1 jam saja, kok ...
Kita bisa minta pemandu-nya buat antar ke tempat pembuatan kain batik di dalam keraton. Kain batik-nya juga dijual, loohh ...  dan harga-nya dibedakan antara pembeli lokal dan turis manca negara.

Kalo cuma mau lihat pembuatan-nya aja, seeh ... ya, gak apa-apa, juga ... cuma kasih sekedar tip aja, yaaa ... buat mereka.
Coba, deh ... mejenx juga seperti lagi mbatik, hehehe ...

O' iya juga ... kalo mau tau seluk beluk keraton Yogyakarta lebih terperinci lagi, ya ... kudu beli buku panduan-nya, yaaa ... 2 buku harga-nya Rp.20 ribu.

'Kan gak mungkin pemandu-nya jelasin sampe terperinci seperti di dalam buku, yaa ... bisa seharian gak kelar-kelar, tuuhh ... hehehe ...



PURA PAKUALAMAN

Terus aku melanjutkan perjalananku ke Pura Pakualaman. Jarak-nya sekitar 2 kilometer dari Keraton Yogyakarta.

Kali ini aku menyerah sama si tukang becak yang pada gak mau antar ke sana kalo ongkos jalan-nya gak 30 ribu. Ooouuww ...

Nyampe di sana pula, pura Pakualaman-nya lagi bersih-bersih berhubung bakal  ada pelantikan Pakualam yang baru.

Museum-nya juga tutup hari Sabtu. Wuaaaa ...
Akhirnya aku jalan melipir aja sepanjang pintu masuk-nya.

Eh ... ketemu sama rujak es-nya pak Sony yang berita-nya sempet ditayangin sama salah satu televisi nasional, tuuhh ....



Isian rujak es-nya pake irisan mangga, pepaya, ketimun trus dikasih es puter kelapa rasa vanili yang lembut banget.

Wooww ... lezat ... Semangkuk kecil dihargai lima ribu rupiah saja. Kalo mau minta es puter-nya dibanyakin juga bisa, tapi dengan tambahan harga juga, yaaa ...





MUSEUM SONOBUDOYO

Lanjut ... ke museum Sonobudoyo- Jalan Trikora nomer 6, Yogyakarta ... letaknya di seberangnya alun-alun dan juga dekat sama keraton Yogyakarta.

Semula aku gak berharap lebih dari museum ini. Perkiraanku masih sama seperti penampilan museum negeri lainnya di jaman aku masih sekolah menengah dulu.
Oouuww ... ternyata begitu aku melangkah masuk ke dalam ruangan-nya ... keren, uuiiyy .....

Setiap ruangan-nya ditata modern dan disediakan juga jasa pemandu wisata gratis dengan harga tiket masuk yang cuma Rp.3.000,-

Kelewatan murah, uuiiyy ... mungkin ini juga yang bikin sebagian besar dari kita jadi gak merasa gengsi mengunjungi-nya, kalee yaaa .... hehehe ...

Museum ini  menyimpan koleksi benda peninggalan warisan budaya sejumlah 62.661 buah dan belum semuanya dipamerkan karena keterbatasan ruang.
Dibagi ke dalam 12 ruang, yaitu ruang Pengenalan, ruang Prasejarah, ruang Klasik, ruang Islam, ruang Batik, ruang Wayang, ruang Topeng, ruang Jawa Tengah, ruang Logam, ruang Senjata, ruang Permainan Anak-anak dan ruang Bali.

Banyak koleksi-nya yang unik dan menarik, loohh ... Salah satu-nya adalah koleksi wayang kancil yang pernah diliput oleh salah satu televisi swasta nasional.
Cukup prihatin juga, yaaa ... karena belum lama ini ada salah satu barang koleksi museum yang berhasil dicuri lewat plafon ruangan yang dibobol.
Dan sejak saat itulah, pihak museum membenahi keamanan barang-barang koleksi-nya dengan pemasangan cctv di setiap ruangan. Sayang sekali, yaaa ... barang-barang koleksi peninggalan yang bernilai begitu tinggi itu pengamanan-nya begitu minim sekali dan baru ada perhatian meningkatkan keamanan-nya sesudah ada salah satu koleksi-nya yang dicuri lebih dahulu.
Inilah topeng emas Nayan yang dicuri itu. Sekarang tinggal replika-nya saja dari bahan perak yang bisa dipamerkan. Sedih ...

Pihak museum Sonobudoyo juga mengeluarkan buku panduan-nya juga, loh ... kalo mau tau lebih banyak tentang museum ini. Buku-nya juga keren, uuiiyy ...

Sebelum balik hotel tempatku menginap, aku juga sempetin beli gudeg Yu Djum yang termasuk terkenal itu di Yogyakarta.

Letak cabang-nya cuma beberapa blok dari hotel. Tapi berhubung tulisan pada papan nama-nya kurang jelas, aku sampe kudu nanya dulu sama tukang parkir. Hadeeehh ....

Sekotak kecil ini dihargai Rp.30.000,- Cita rasa-nya manis laahh ....

 MALIOBORO
Sesudah sempat cukup istirahat , malam-nya aku kembali melipir sepanjang jalan Malioboro di malam hari.

Gak tau siapa dulu yang memulai, neehh ... tau-tau kok, mejenx di bawah penunjuk jalan Malioboro jadi booming, yaaa ... Dibela-belain antri, loohh ... hehehe ...
Aku salut banget, dehhh ... sama para tukang parkir di sini. Mereka cekatan sekali mengatur keluar masuk-nya sepeda motor yang begitu membludak di pelataran parkir.

O'iya ... kalo mau nanya salah satu tempat atau alamat, mending nanya sama mereka saja, yaaa ... Umum-nya mereka mau ngasih tau dengan sejujur-nya dan sepantas-nya, loohh ... (hehehe ... jadi inget sama para tukang becak-nya yang seringkali buka jasa antar yang kurang pantas aja, neehh ...).
Aku juga sempetin cari es dawet campur. Rombongnya ada di sebelah lumpia dekat toko Samijaya.

Isinya ada blewah, nangka, tape dan dawet (so pastinya) ... Semangkuk dari tanah liat cuma dihargai Rp.5.000,- saja. Kalo masih siang, isinya bisa makin banyak macemnya, tuh ....

Hmmm ... Inovasi kuliner yang lezat ....


HARI KETIGA (Tanggal 3 Januari 2016)

Liburan-nya sudah selesai ... waktu-nya pulang kampung halaman sendiri, neeehhh ... Wuaaaa ....

Aku nyoba naek travel Putra Agung jurusan Yogyakarta-Surabaya. Pertimbangan-nya, seehh ... enak langsung dijemput dan diantar ke tempat tujuan. Gak usah gotong-gotong barang lagi ke stasiun kereta api.


Diminta siap jam 6 pagi, dijemput sekitar jam 8 pagi dan baru keluar dari Yogyakarta sesudah jemput para penumpang lain-nya sekitar jam 10 pagi.

Selama perjalanan guncangan dalam mobil-nya terasa banget, apalagi pas melewati sekitar Saradan. Kita sempet sarapan siang sekitar jam 2 siang di Saradan dengan biaya sendiri. O'ya... harga tiket-nya Rp.140 ribu. Nyampe rumah sekitar jam 7 malem. Hadeehhh .... kayak e mikir-mikir dulu, kaleee ... kalo mau naek travel lagi.