Senin, 17 April 2017

MAJAPAHIT TRAVEL FAIR/13-16 April 2017/Grand City-Surabaya


Majapahit Travel Fair adalah acara tahunan propinsi Jawa Timur sebagai tempat berkumpulnya para pemerhati sekaligus pelaku dunia pariwisata.
Tema tahun 2017 ini adalah wisata berpetualang di alam terbuka. Jadi harap maklum, deh ... kalo segala macam perlengkapan untuk wisata petualangan alam terbuka mejeng juga di luar  gedung pameran.






Tahun ini menghadirkan juga Cak dan Ning Surabaya dari kota Surabaya. 











Ada juga Gus dan Yuk dari Kabupaten Mojokerto. 









Dari Kabupaten Trenggalek ada Kakang dan Mbakyu  lengkap dengan modifikasi corak kain dari ibu Arumi Bachsin.
Ada juga stan yang meriah penuh warna-warni. Maklum ... promo tempat wisata yang mengusung wahana permainan anak-anak, kalee, yaa .... 







Yang mengusung atv juga ada buat petualangan di alam bebas.










Stan dengan latar belakang keren juga ada.









Mau cek kesehatan gratis dari stan Museum Tubuh Manusia Bagong Adventure juga bisa. 










Huraaa ... dapet boneka kain sama botol air minum dari stan kereta api Indonesia.
Kudu beli tiket kereta api dulu, yaaa ... kecuali akyu .... hehehe ....













Yang mau panjat memanjat juga disediakan wahana-nya, loh ...















Lihat awetan penyu langka dari Taman Nasional Meru Betiri-Kabupaten Jember juga hayooo. 










Tapi oopsss ... jangan dimasukin ke dalam koper raksasa dari stan Intako-Tanggulangin/Kabupaten Sidoarjo, yaaa .... 

Cukup kita aja yang mejenx di dalamnya, hehehe ....
Ini model koper kulit yang pertama kali diproduksi, loh ....
Pokoknya ... dengan acara ini, kita pengunjung bisa bebas mencari informasi sekaligus mendapatkan informasi tempat-tempat wisata dari para pelakunya langsung yang seringkali tidak kita dapatkan dari informasi resminya. 

Majapahit Travel Fair ... seru bingitz, dah ....

DYANDRA CONVENTION CENTRE (Jl.Basuki Rahmat 93, Surabaya)

Letak gedung pertemuan ini dekat dengan Tunjungan Plaza dan berbagai macam hotel berbintang serta beraneka ragam kuliner.
Untuk makanan prasmanannya disediakan di sepanjang ruangan yang terletak di depan ruang pertemuan.
Ruangan pertemuan yang luas yang dapat menampung ratusan jumlah peserta dengan kualitas sound system yang berkualitas serta pendingin ruangan sedikit di atas rata-rata.
Toilet-nya yang harum, bersih dan terang.

Dyandra Convention Centre adalah salah satu gedung pertemuan di kota Surabaya yang ideal untuk melangsungkan berbagai macam acara serta pertemuan.




Rabu, 05 April 2017

POTRE KONENG (Jalan Raya Dieng 2A, Malang)

AYAM GORENG RENYAH DI RESTO BERNUANSA PERNAK-PERNIK (25 Maret 2017)
Resto-nya memang tidak terlalu luas, ya ... tapi penuh dengan pernak-pernik sampai ke dalam toilet-nya juga, loh .... Wow ...
Buat yang gak tahan hawa panas, disediakan juga ruangan ber-ac di tempat ini. Jadi, gak usah kuatir kepanasan, yaaa ....


Ayam goreng-nya empuk dengan taburan bawang putih goreng, berikut 2 macam sambal yang lumayan pedas rasanya serta sehelai keripik bayam. Nasi putihnya dicampur sedikit nasi jagung.

Dengan harga sepotong ayam goreng hanya sebesar  Rp.14.500,- tapi dibandingkan dengan kenikmatan rasa yang kita dapatkan .... resto ini patut direkomendasikan.
Sedikit catatan, kloset dalam toilet-nya sebaiknya diganti, yaaa .... untuk menambah nilai estetika resto ini.

Kamis, 09 Februari 2017

HOTEL AMARIS SIMPANG 5/Jalan KH.Achmad Dahlan 33, Semarang (28-30 Desember 2016)

Ini salah satu hotel dengan lokasi strategis yang ada di kawasan Simpang Lima-Semarang. Di seberang hotel persis ada Rumah Sakit Telogo Rejo. Di kedua sisi jalannya bertebaran warung-warung kali lima yang menjajakan berbagai kuliner. Es puter Cong Lik yang legendaris di Semarang dan nasi gandul khas Pati juga ada di sini.

Jaraknya yang hanya sekitar 450 meter ke Mal Ciputra-Simpang Lima dan sekitar 550 meter ke Matahari-Simpang Lima, betul-betul menjadikan hotel ini ramah ditempuh hanya dengan berjalan kaki saja menuju ke berbagai pusat perbelanjaan yang ada di kawasan Simpang Lima-Semarang.
Hmm ... kawasan yang gak ada matinya selama 24 jam, neehhh ....

Sekarang, yuk ... kita ulas hotelnya  ...
Halaman hotelnya sendiri memang gak terlalu luas, ya ... Memang untuk hotel-hotel budget seperti ini, karena lokasinya sendiri yang sudah strategis, sehingga untuk kesediaan lahan parkirnya jadi terbatas. Tapi buat kita-kita yang gak bawa kendaraan sendiri, sih ... no problem lah sama yang namanya keterbatasan lahan parkir.
Dari pintu masuk hotel, kita sudah disambut  ruang lobi yang terbatas juga luasnya.
Di sebelah kanan-nya terdapat 2 lift.
Sedangkan di sebelah kirinya diletakkan lemari pendingin berbagai merek minuman serta meja kecil untuk meletakkan kopi dan teh yang selalu panas, gula dan creamer serta 2 macam snack rasa asin (semacam Taro) dan snack rasa manis (kue kuping gajah) sebagai welcome drink dan bisa kita ambil gratis.                                            
Kalo mau selpi dengan latar belakang peta Semarang, bisa juga, neehh ....
Sengaja aku minta kamar lantai terbawah dengan jendela menghadap jalan raya. 
Akhirnya dikasih kamar nomor 201 di mana  di seberang kamar persis ada tangga darurat, di ujung lorong dekat pintu kamar ada jendela yang bisa dibuka dan di dalam kamarnya sendiri ada jendela yang juga bisa dibuka.
Hehehe ... aman terkendali, nehh ... sebagai antisipasi kalo sampai terjadi musibah gempa atau kebakaran ... Amit-amit, deh ....

Pintu kamarnya sendiri sudah memakai kunci otomatis dengan kartu elektrik, ya ... ditambah 2 pengamanan lagi dari dalam, kunci yang bisa diputar manual dan kunci selot. Pengamanan standar-lah ...
Begini penampakannya dari arah pintu masuk.
Kaca panjang seukuran tubuh, televisi layar datar, meja tulis dan kursi, brankas kecil, berikut tempat gantungan baju yang terbuka.
Kamar mandi ada di dekat pintu masuk.
Di dalamnya ada wastafel berikut toilet.

Sabun cair dan shampoo diletakkan dalam wadah yang ditempel di tembok.

Sayangnya tidak disediakan tempat sampah dalam ruangan ini, ya ...
Di atas meja disediakan 2 botol air mineral berikut sandal kamar, 2 buah sikat gigi berikut pasta gigi mini yang dijadikan satu dalam satu wadah.

Dengan interior warna-warni yang walaupun tidak semeriah interior hotel budget sekelas hotel ini lainnya, tapi sudah cukuplah untuk menjauhkan kesan sumpek harus bermalam dalam sebuah ruangan yang hanya berukuran sekitar 3x4 meter.
Sekarang, kita lihat ruang makannya, ya ...
Ruang makannya ada di lantai 1 dengan jadwal sarapan pagi mulai jam 6 pagi.
Kita bisa memilih mau sarapan pagi di teras yang menghadap langsung ke jalan raya atau mau di dalam ruangan saja yang ber-ac.

Pilihan menunya cukup beragam, ya ...
Mulai dari omelet, pecel, nasi goreng, soun goreng  cabe hijau, tumis kacang panjang, semur ayam kentang. 

Ada juga bubur ayam dan rawon serta roti tawar dengan berbagai olesan selai, mentega atau coklat. 

Soup gambas bihunnya segar. Sayangnya wedang secangnya terlalu manis. Disediakan juga 2 macam juice selain kopi dan teh.

Harga kamar per malamnya Rp.600.000,- Tapi berhubung aku pesannya jauh-jauh hari sebelumnya, jadi dapat harga kamar 2 malamnya Rp.575.000,-

Bagi  yang butuh lokasi strategis yang gak jauh dari pusat keramaian, kenyamanan dan keamanan dengan budget kamar yang gak bikin jebol kantong ... hotel Amaris ini bisa menjadi salah satu hotel yang patut diperhitungkan.






Rabu, 08 Februari 2017

STASIUN TAWANG/Jalan Taman Tawang 1, Semarang (30 Desember 2016)

Nama dari stasiun Tawang ini sendiri diambil dari nama sebuah perkampungan yang ada di dekatnya, yaitu kampung Tawangsari.

Merupakan stasiun kereta api tertua di Indonesia sesudah Semarang Gudang. Stasiun ini diresmikan pada tahun 1868. Dan sampai saat ini masih terawat dengan baik serta tidak banyak mengalami perubahan bentuk berarti sejak dulu.

Ada berbagai keunikan yang bisa kita temukan dari stasiun Tawang ini, loh ...
Sejak pertama kali kita memasuki stasiun ini, di ruang tunggu keberangkatan kereta api, kita sudah disuguhi ruangan dengan pilar-pilar kokoh serta kubah atap yang sangat tinggi dengan lampu gantung kuno di keempat bagian sisinya.
Selain jendela-jendela kecil pada kubah atap berfungsi untuk masuknya cahaya matahari ke dalam ruangan, juga bentuknya yang artistik serta ketinggiannya yang sudah diperhitungkan untuk sirkulasi udara di dalam ruangan.
Waktu aku berkunjung ke sana, di salah satu sudut ruangannya juga dijadikan tempat buat ber-selpi ria, loh ...
Pintu-pintu stasiunnya juga dari kayu khas peninggalan Belanda.
Keunikan lain-nya, setiap ada kedatangan kereta api memasuki stasiun, diperdengarkan instrumen lagu Gambang Semarang. Dan .... banyak juga burung pipit yang ikutan keluar masuk ruang tunggu kedatangan stasiun ini di pagi hari, yaaa ... Wow .... stasiun kereta api yang unik dan indah ...







GEREJA BLENDUK/ Jalan Letjend. Suprapto 32, Semarang (29 Desember 2016)

Gak banyak yang bisa diulas dari gereja ini, kecuali poto-poto selpi di halaman depan dan sampingnya saja karena pengunjung yang membludak. Ditambah juga waktu aku ke sini, pihak gereja sengaja memasang terop yang dipergunakan untuk persiapan ibadah tutup tahun di samping gereja yang justru memperlihatkan kubah blenduk-nya. Soalnya di depan gereja gak mungkin, sih ... lah wong langsung jalan raya, jeee .... hehehe ....
Akhirnya sudut pengambilan gambar yang tersisa cuma seperti ini dan itupun butuh perjuangan ekstra, loh ... Yang motret harus ada di seberang jalan yang gak seberapa lebar dan berhubung arus lalu lintasnya sangat padat, walaupun  cuma 1 arah, akhirnya baik yang motret sama yang dipotret sama-sama capek dengan posisinya masing-masing, deh ... Nunggu lalin-nya macet dulu, tuh ... baru bisa ambil gambar yang 'sepi' model gini, hehehe ....
Gereja dengan bangunan bergaya neo klasik ini didirikan tahun 1753 dan sampai saat ini masih terawat dengan baik serta dipergunakan sebagai tempat ibadah bagi jemaat GPIB Immanuel di Semarang.

Next time ... semoga aku bisa mengulas gereja ini berikut ruangan ibadah di dalamnya yang menurut info-nya juga memiliki berbagai keunikan lainnya. Semoga ....